Showing posts with label Rina Nose. Show all posts
Showing posts with label Rina Nose. Show all posts

Sedang Ramai Kontroversi Hijab Rina Nose, Sule Unggah Vlog ‘Lepas Jilbab Anak’, Netter Malah Ngakak

by
12345
 Beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan keputusan Rina Nose untuk melepas hijab.
Keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulan melakukan kontemplasi.
Rina Nose mengaku bahwa perjalanannya ke beberapa tempat, banyak kejadian hidup memberi dirinya banyak pandangan hidup.
Keputusan ini ternyata menuai respons dari banyak orang.
Termasuk tanggapan kontra netizen menghiasi kolom komentar miliknya.
Kendati demikian, tampaknya Rina Nose sudah mantap dengan keputusannya ini.
“Pemikiran berubah seiring peristiwa yang dialaminya. Ketetapan hati pun berubah seiring pengalaman batinnya,” tulis Rina di Instagram pribadinya.

Puncaknya pada Kamis (9/11/2017) semalam, Rina Nose tampil tanpa hijab saat memandu acara D’Academy Asia 3 di Indosiar.
Sikapnya itu lantas menuai kekecewaan dari banyak pihak.
Bahkan, beberapa sahabatnya pun mengutarakan kekecewaannya
source media-unik.co
12345

Netizen yang Lama Tinggal di Jepang Diduga Jawab Rina Nose Soal Orang Jepang Tak Bertuhan Tapi Maju

by
12345
JAKARTA- Publik tengah dihebohkan dengan keputusan Rina Nose yang melepas jilbabnya.  Tiga bulan sebelum melepas jilbab, Rina Nose pernah menulis soal kagumnya dirinya kepada moral tinggi masyarakat Jepang, meski tanpa agama.
Ditelusuri Tribunnews, tulisan tersebut dibuat Rina Nose pada 9 Agustus 2017, ketika bertandang ke Negeri Matahari Terbut untuk keperluan suatu program acara petualangan. Terlihat di status tersebut, tulisan itu dibuat dengan penanda lokasi di Adachi-ku, Tokyo, Jepang.
Tulisan Rina Nose itu pun ditanggapi oleh Netizen yang satu ini. Ia mengaku sudah tinggal lama di Jepang, dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya di Jepang.
masalah rina nose so tau di jepang

Tulisan Yusup yang ditulis Rabu (22/11/2017) ini mendadak viral setelah dibagikan 3.921 kali oleh netizen hingga Kamis (23/11/2017).
Yusup yang diketahui sedang tinggal dan bekerja di Kawakita General Hospital Jepang.
Ia membuka statusnya dengan penuh maksud.
Berikut status Facebook Yusup
Datang 2-3 hari ke Jepang, lalu bikin heboh di Indonesia itu rasa nya ngga fair.
Singgah lah beberapa tahun di Jepang, 5-10 th an gitu. Biar tahu luar dalam nya:) Saya pun jatuh hati dng negara ini, tetapi marilah kita memandang segala sesuatu dng dua sisi, dunia dan akhirat.
Jepang bukan hanya soal kebersihan, keamanan, ketertiban, bebas macet dan kenyamanan Tp ada juga banyak cerita tentang hati yang kosong dan angka bunuh diri yang tinggi (20.000-30.000/th). Tampak hebat secara sosial tetapi banyak yang gagal secara individu.
Banyak orang yg menimbun sampah di dalam kamar nya, setiap saat saya menyaksikan senior yg membully junior nya sehingga banyak yg putus kerja depresi padahal untuk sampai kerja sudah berjuang di sekolah bertahun-tahun, atau bahkan orangtua di rawat di rumah sakit dan di panti jompo yg kehilangan kasih sayang anak nya, jangan kan nungguin saat di rawat di rumah sakit, menjenguk pun jarang.
Kalau mau menjelaskan tentang kehidupan di Jepang yang tanpa agama, lihat lah dua sisi. Maka akan nampak unggul dengan urusan dunia, tetapi tidak dengan urusan akhirat.
Tulisan ini bukan untuk di tunjukkan ke seseorang itu aja, belum tentu orang nya juga baca tulisan ini. Dah saya mah siapa atuh:), tapi saya hanya ingin adik adik saya, sahabat dan kenalan lain nya tidak terpengaruh oleh pemikiran pemikiran liberal, sekuler dan semacam nya.
Poto di bawah ini adalah poto shinkansen, transportasi hebat kebanggaan Jepang. Fasilitas shinkansen layak nya pesawat,ada first class dan ekonomi nya juga, ada ruang makan,ruang tidur dan bahkan sekarang ada kolam air panas nya.
Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Perbandingan dng transportasi lain nya, jika dng bus kota tanpa macet menghabiskan waktu sekitar 8 Jam, dengan shinkansen cukup sekitar 2,5 Jam.
Tetapi percayalah, kita tidak bisa menggunakan shinkansen saat nyebrang di jembatan Shiratal Mustaqim:) Wallahu A' lam Bishawab...

Ada pelajaran baru yang saya dapat dari penduduk Jepang selama dua hari saya disini. Mayoritas penduduk sini rupanya tidak memiliki kepercayaan terhadap suatu agama, bahkan Tuhan. Tapi sebagian mereka percaya bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar dari diri mereka. Ada yang menarik, tanpa kepercayaan terhadap agama tertentu, mereka begitu menjunjung tinggi nilai moral dan kemanusiaan.
Memiliki rasa syukur yang begitu besar atas semua kenikmatan yang mereka peroleh, dengan cara menghormati setiap makhluk hidup, makanan dan alam. Memiliki kesadaran tinggi akan ketertiban, kedisiplinan, dan kebersihan.
Sulit menemukan tempat sampah di sini, tapi juga sulit menemukan sampah berceceran di setiap sudut nya.
Hampir tidak ada. (Mungkin saya belum mengunjungi semuanya, tapi sejauh mata ini melihat, memang setiap sudutnya terlihat rapih dan bersih). Satu hal lain yang menarik perhatian saya, ketika saya menemukan beberapa penduduk asli yang tiba-tiba ingin memeluk suatu kepercayaan. Kemudian saya bertanya, kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?

Source http://wartakota.tribunnews.com
12345